​Pengemudi Bentor Medan Beralih Jadi Driver Bajaj Maxride (RRI MEDAN)

​Pengemudi Bentor Medan Beralih Jadi Driver Bajaj Maxride (RRI MEDAN)

RRI.CO.ID, Medan — Manajemen Bajaj Maxride menegaskan komitmennya untuk menghormati seluruh bentuk aspirasi. Termasuk yang disampaikan oleh paguyuban pengemudi becak motor (bentor) dan komunitas transportasi lainnya di Kota Medan.

Kehadiran Bajaj Maxride di Kota Medan sejak awal ditujukan sebagai solusi transportasi yang dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Termasuk membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi para pengemudi bentor yang ingin beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Bajaj Maxride membuka pintu selebar-lebarnya bagi pengemudi bentor yang ingin bergabung sebagai mitra. Peluang ini sebagai bentuk nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan taraf hidup pelaku transportasi informal.

Berdasarkan data internal perusahaan, hingga saat ini hampir 50 persen dari total mitra driver Bajaj Maxride di Kota Medan merupakan mantan pengemudi bentor. Mereka memilih beralih menjadi driver Maxride untuk mendapatkan peluang penghasilan yang lebih stabil, sistem kerja yang lebih terstruktur, serta dukungan teknologi aplikasi yang memudahkan akses order dan transparansi pendapatan.

Dampak positif tersebut juga dirasakan langsung oleh para mitra driver. Salah satunya, Jefri (45), yang sebelumnya merupakan pengemudi bentor.

Keputusannya bergabung dengan Maxride membawa perubahan signifikan dalam kehidupannya. Menurutnya, jumlah order yang diterima melalui aplikasi jauh lebih konsisten, dengan pendapatan yang meningkat hingga berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, kenyamanan berkendara juga menjadi nilai tambah tersendiri. Karena bajaj memberikan perlindungan dari panas dan hujan, sehingga lebih aman di segala kondisi cuaca.

“Ordernya banyak, kadang malah susah cari waktu istirahat. Kalau mau makan, aplikasinya harus dimatikan dulu, karena order terus masuk,” ujar Jefri sambil berkelakar, Sabtu 7 Februari 2026.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Bajaj Maxride menegaskan kehadirannya di Kota Medan bukan untuk menyingkirkan moda transportasi yang telah ada. Melainkan untuk membuka peluang baru dan mendukung peningkatan kesejahteraan para pelaku transportasi lokal.

Perusahaan akan terus membuka kesempatan bagi seluruh pengemudi bentor di Kota Medan yang ingin meningkatkan penghasilan dan mendapatkan berbagai manfaat tambahan. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem transportasi yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi isu kehadiran Bajaj Maxride berpotensi menambah kemacetan dan polusi, manajemen menegaskan bajaj justru memiliki potensi membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Jika dibandingkan dengan kendaraan roda dua, satu unit bajaj mampu mengangkut hingga tiga penumpang dan satu pengemudi dalam satu perjalanan.

Selain itu, seluruh armada yang digunakan merupakan unit baru dengan tahun produksi di atas 2023. Armada bajai juga telah menggunakan mesin 4-Tak DOHC 200cc DTSi yang tersertifikasi standar emisi Euro 4, sehingga lebih ramah lingkungan.

BACA SELENGKAPNYA DI : https://rri.co.id/medan/daerah/2167591/pengemudi-bentor-medan-beralih-jadi-driver-bajaj-maxride






 



Tinggalkan Balasan