Dulu Terpuruk, Kini Raup Puluhan Juta: Kisah Sopir Maxride Semarang yang Menginspirasi (Indoraya News)
- Februari 21, 2026
- Posted by: Adhika
- Category: Uncategorized @id
INDORAYA – Roda kehidupan Slamet Mulyono (45), warga Ngablak Indah 2, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, sempat tersendat akibat pandemi Covid-19. Usaha penjualan pakaian dalam yang ia tekuni anjlok hingga 50 persen, bahkan membuatnya harus berutang demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Namun sejak Oktober 2025, Slamet memutuskan bergabung sebagai sopir bajaj Maxride. Keputusan itu menjadi titik balik kehidupannya.
“Kalau dulu sebelum Covid lumayan, bisa sampai Rp5 juta. Setelah Covid penghasilan menurun sekitar 50 persen,” ujar Slamet usai acara Apresiasi 10 Driver Maxride Terbaik Kota Semarang, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, menjadi sopir Bajaj Maxride memberikan kepastian pemasukan harian yang tidak ia dapatkan saat berjualan.
“Setelah ikut Maxride, tiap hari bisa bekerja dan ada pemasukan,” ucapnya.
Catat 1.976 Order, Raup Rp36 Juta
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Sejak September 2025 hingga Februari 2026, Slamet mencatat 1.976 order dengan total penghasilan mencapai Rp36.220.820. Ia bahkan menempati peringkat pertama dalam ajang 10 Driver Bajaj Maxride Terbaik Kota Semarang.
“Lumayan, dua kali lipat dibanding setelah Covid. Sangat membantu menghidupi keluarga dan menutup semua utang. Penghasilan bersih seminggu bisa lebih dari Rp1 juta,” jelasnya.
Saat kondisi sepi, ia mengaku tetap membawa pulang minimal Rp250 ribu per hari. Bahkan saat hujan, pendapatan justru meningkat.
“Kalau hujan, sebentar saja bisa dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu,” tuturnya.
Ia menekankan kunci keberhasilan adalah tidak memilih order.
“Yang penting semangat. Kalau ada order masuk, diambil saja. Saya kerja tidak mengenal waktu, pagi, sore, atau malam,” katanya.
Baca Selengkap nya : https://indoraya.news/dulu-terpuruk-kini-raup-puluhan-juta-kisah-sopir-maxride-semarang-yang-menginspirasi
