Program ‘Bajaj Untuk Surakarta’ Perkuat Sinergi Transportasi dan UMKM

Program ‘Bajaj Untuk Surakarta’ Perkuat Sinergi Transportasi dan UMKM

RRI.CO.ID, Surakarta – Max Auto Indonesia memperkuat komitmennya dalam memajukan ekonomi lokal melalui peluncuran program kolaborasi “Bajaj Untuk Surakarta” di Luwes Kestalan, Rabu 25 Februari 2026. Selain mendukung pariwisata, kehadiran Bajaj Maxride di Solo menjadi solusi pembukaan lapangan kerja baru, terutama bagi pengemudi transportasi daring maupun becak motor (bentor) yang ingin beralih moda.

Manager Regional Java Bajaj Maxride, Muhammad Rio, mengungkapkan kehadiran mereka bertujuan untuk merangkul potensi lokal yang selama ini terhambat oleh keterbatasan kuota pendaftaran di aplikasi transportasi lain. Bajaj Maxride hadir sebagai wadah bagi para pejuang nafkah di Solo untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka secara mandiri.

“Kehadiran kita di Solo itu mengangkat atau men-support UMKM. Kita buka lapangan pekerjaan baru untuk teman-teman driver yang mungkin di aplikasi sebelah sudah tidak bisa daftar. Teman-teman bentor yang ingin switch ke Bajaj juga sangat kami sambut baik,” ujar Muhammad Rio.

Sementara itu, City Manager Solo Bajaj Maxride, Ongki Ardima, memaparkan data operasional yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi roda tiga ini. Saat ini, terdapat sekitar 80 driver aktif di Solo dengan daftar tunggu (waiting list) mencapai 90 orang. Tingginya permintaan ini memicu rencana penambahan armada hingga mencapai angka maksimal 300 unit di wilayah Solo.

“Target kita di Solo maksimal akan ada 300 armada mengaspal. Penentuan angka ini berdasarkan analisa jumlah order dan tingkat penyelesaiannya, agar penambahan unit nantinya tidak justru mengurangi pendapatan driver yang sudah ada,” ucap Ongki.

Ongki menambahkan, saat ini total pesanan masuk melalui aplikasi mencapai sekitar 500 order per hari. Namun, karena keterbatasan jumlah armada, baru sekitar 50 persen pesanan yang dapat terangkut. Hal inilah yang mendorong manajemen untuk mempercepat sinergi penjualan kendaraan yang didampingi dengan sistem aplikasi pendukung bagi para pemilik atau “juragan” Bajaj.

“Intinya kita bersinergi dengan stakeholder di Solo untuk tumbuh bersama tanpa melanggar aturan hukum yang ada. Setelah kuota 300 di Solo terpenuhi dan tercukupi, kami akan bergeser melakukan ekspansi ke kota tetangga seperti Karanganyar, Wonogiri, Klaten, dan seterusnya,” kata Ongki.

Dukungan kolaborasi ini juga dinilai positif oleh Pengurus Governansi Nusantara Emas, Lilik Kristianto, yang menyebutnya sebagai model best practice kolaborasi pentahelix. Sinergi antara transportasi, pariwisata, UMKM, dan komunitas lokal dianggap sebagai kunci utama pembangunan ekonomi daerah yang terintegrasi.

“Kolaborasi ini menunjukkan pembangunan ekonomi daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Perlu integrasi antara transportasi dan komunitas lokal. Program Bajaj Untuk Surakarta ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan driver yang kini rata-rata bisa mencapai 3 hingga 6 juta rupiah per bulan,” ujar Lilik.



Tinggalkan Balasan